RRI BANTEN 94,9 FM

Pemerintah Kaji Kebijakan Kanwil Jatim, Kanwil Agama Banten Tetap Layani Pengantin Dihari Libur

Tinggalkan komentar

wamenRRI Banten (06/12) – Pemerintah masih perlu melakukan kajian atas diberlakukannya tidak melayani pernikahan terhadap pengantin pada hari libur yang saat ini digagas pemerintah daerah Jawa Timur. Karena sampai saat ini masih terdapat perdebatan di masyarakat mengenai hal itu.

Demikian ditegaskan Wakil menteri Agama Republic Indonesia Nazarudin Umar seusai membuka acara Gebyar Pendidikan Terpadu Anak Harapan (Dikterrapan) dan pesantren fair 2013 di Serang Banten, Jum’at (6/12).

Wamenag mengatakan, pihaknya saat ini tengah membicarakan permasalahn tersebut, namun tidak secara rinci apakah kebijakan yang saat ini berlaku di Jatim itu juga akan diberlakukan di daerah lain.

“Kita masih pelajari, nanti Dirjen Bimas yang akan menindaklanjuti,” tegas Wamenag.

Menangggapi pemberlakukan tidak melayani layanan pernikahan di hari libur seperti di Jatim, Kanwil agama Banten Iding Mujtahidin mengatakan, pihaknya akan tetap memberikan pelayanan terhadap para calon pengantin, meskpiun dihari Minggu.

“Karena hal itu merupakan bagian dari pelayanan terhadap umat,” kata Iding.

Adapun terkait adanya pungli yang dituduhkan terhadap para penghulu, Iding membantahnya. Menurut Iding setiap ada permintaan dari calon pengantin untuk dinikahkan diluar balai nikah, maka calon pengantin yang menanggung uang transport terhadap penghulunya, dan itu tidak dipermasalahkan.

Hal itu bukan bagian dari upaya pungli maupun atas paksaan. Karena sebagai budaya orang timur biasanya tidak enak ketika memanggil orang, dan uang itu dikasih bukan penghulu yang meminta,” papar Iding.

Iding menambahkan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, biaya untuk pencatatan nikah hanya dikenakan sebesar 30 ribu rupiah.

“Tidak ada biaya lain selain uang 30 ribu itu,” tandasnya.

Diketahui pemerintah Jawa timur sudah memberlakukan pelarangan untuk tidak melayani pernikahan pengantin di hari libur. Larangan tersebut menyusul adanya salah satu penghulu yang diduga mendapatkan gratifkasi dari calon pengantin.

Penulis: rribanten

Keinginan hadirnya Stasiun RRI Serang sejak Banten itu menjadi daerah otonom terpisah dari Jawa Barat pada tahun 2000 akhirnya menjadi kenyataan. Hari ini, melalui gelombang 94,9 FM, RRI Serang mulai menyapa publik kota Serang dan sekitarnya. Dalam siaran perdananya dipandu penyiar Asih Ryanda, RRI Serang menyemarakkan siaran hiburan musik pop dan informasi terkini untuk warga Serang. “Kita berharap, warga Banten dan sekitarnya yang terjangkau siaran RRI Serang bisa terhibur dan mendapatkan informasi. Untuk siaran perdana ini kami mengangkat beragam konten informasi, diantaranya seputar persiapan siswa SLTA dan MA di Banten menjelang pelaksanaan ujian nasional yang akan dimulai hari Senin 16 April 2012 lusa,”kata Heryoko, Koordinator konten siaran, di Kota Serang, Sabtu (14/4). Lebih jauh, Heryoko yang juga Kepala Seksi Liputan dan Redaksi RRI Jakarta ini mengatakan, dengan siaran interaktif, dimana warga Serang bisa memberikan tanggapan langsung ke penyiar, kami berusaha memberikan motivasi belajar para peserta ujian agar tercipta ujian nasional yang jujur. Di bawah koordinasi koordinator teknik Maryoto, siaran perdana RRI Serang sukses dilakukan dari studio RRI Serang di kompleks Pendopo Gubernur Banten.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s