RRI BANTEN 94,9 FM

6 Gubernur tidak Hadir dalam Musrenbang Jawa-Bali di Banten

Tinggalkan komentar

RRI Banten (04/12) – Enam Gubernur se-Jawa-Bali batal hadir pada acara Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) regional se-Pulau Jawa dan Bali tahun 2013, yang dilangsungkan di salah satu hotel di Kota Serang Banten.

Keenam Gubernur yang seyogyanya hadir dalam agenda tahunan tersebut adalah Gubernur DKI Joko widodo, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa tengah Ganjar pranowo, Gubernur Jatim Sukarwo, Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono ke X dan Gubernur Bali I Made Mangkupastika.

Sementara hanya terlihat Gubernur Banten Ratu atut choosiyah yang hadir dalam kesempatan tersebut. Padahal sebelumnya menteri kordinator perekenomian Hatta Radjasa direncanakan akan membuka Musrenbang regional Jawa-Bali. Namun akhirnya Musrenbang hanya di buka oleh Deputi Bidang Pembangunan Regional dan Otonomi Daerah pada badan perenanaan nasional   Max Hasudungan Pohan.

Tidak ada keterangan pasti ketidakhadiran enam pimpinan daerah se-Jawa-Bali itu ke Banten. Bahkan Gubernur DIY yang menyertakan wakilnya Sripaduka Alam ke IX itupun tidak memberikan keterangan pasti perihal ketidakhadirannya.

“Saya no coment mas,” kata Sripaduka Alam ke IX singkat.

Sementara dalam keretangan persnya Gubernur Banten Ratu Atut Choosiyah menyatakan, ketidakhadiran para gubernur karena tugas sebagai kepala daerah di masing-masing provinsi sangat padat. Bahkan secara khusus lanjut Atut, gubernur Jawa Timur Soekarwo memberikan informasi ketidakharidan lantaran adanya jadwal kunjungan Presiden di wilayah Jawa timur.

“Saya dapat informasi jka pa Soekarwo ada kunjungan pa presiden ke Jawa timur,” ungkkap Atut.

Namun demikian Atut menambahkan, dengan ketidak hadiran para gubernur lain, tidak mengurangi inti pembahasan masalah yang di bahas dalam Musrenbang. Karena setiap daerah mengutus perwakilan dari SKPD masing-masing dalam musyawarah yang rencananya digelar sampai besok tersebut.

“Meskipun pa Gubermur tidak hadir tapi kan sudah perwaklilannya dan memang setiap tahun juga ada saja yang tidak hadir,” pungkas Atut.

Penulis: rribanten

Keinginan hadirnya Stasiun RRI Serang sejak Banten itu menjadi daerah otonom terpisah dari Jawa Barat pada tahun 2000 akhirnya menjadi kenyataan. Hari ini, melalui gelombang 94,9 FM, RRI Serang mulai menyapa publik kota Serang dan sekitarnya. Dalam siaran perdananya dipandu penyiar Asih Ryanda, RRI Serang menyemarakkan siaran hiburan musik pop dan informasi terkini untuk warga Serang. “Kita berharap, warga Banten dan sekitarnya yang terjangkau siaran RRI Serang bisa terhibur dan mendapatkan informasi. Untuk siaran perdana ini kami mengangkat beragam konten informasi, diantaranya seputar persiapan siswa SLTA dan MA di Banten menjelang pelaksanaan ujian nasional yang akan dimulai hari Senin 16 April 2012 lusa,”kata Heryoko, Koordinator konten siaran, di Kota Serang, Sabtu (14/4). Lebih jauh, Heryoko yang juga Kepala Seksi Liputan dan Redaksi RRI Jakarta ini mengatakan, dengan siaran interaktif, dimana warga Serang bisa memberikan tanggapan langsung ke penyiar, kami berusaha memberikan motivasi belajar para peserta ujian agar tercipta ujian nasional yang jujur. Di bawah koordinasi koordinator teknik Maryoto, siaran perdana RRI Serang sukses dilakukan dari studio RRI Serang di kompleks Pendopo Gubernur Banten.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s