RRI BANTEN 94,9 FM


Tinggalkan komentar

Terdapat Pelanggaran, Pelantikan Komisioner KPU Ditolak Mahasiswa

Sejumlah mahasiswa dari Himpunan Mhasiswa Serang (Hamas) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melakukan aksi unjuk rasa penolakan pelantikan komisioner KPU Kabupaten dan Kota Serang periode 2013-2018 yang dinilai tidak transparan dan dinilai melanggar ketentuan, Rabu (18/12).

Sejumlah mahasiswa dari Himpunan Mhasiswa Serang (Hamas) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melakukan aksi unjuk rasa penolakan pelantikan komisioner KPU Kabupaten dan Kota Serang periode 2013-2018 yang dinilai tidak transparan dan dinilai melanggar ketentuan, Rabu (18/12).

RRI Banten (18/12) – Pelantikan 10 komisiner KPU Kabupaten dan Kota Serang, ternyata mendapatkan penolakan dari kalangan mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Himpunan Mahasiswa Serang (Hamas). Paalnya pelantikan kesepuluh anggota KPU tersebut dinilai dipaksakan. Karena terdapat sejumlah pelanggaran dalam perekrutan dan penetapan komisioner KPU terpilih.

“Seperti halnya di Kabupaten Serang, tidak ditemukan komisioner yang berasal dari kalangan perempuan.  Padahal dalam ketentuan setiap organisasi diharuskan mewakili kuota 30 persen perempuan didalamnya. Sementara itu di Kota Serang juga terdapat salah satu anggotanya yang belum lama ini masih berurusan dan terlibat dalam kepengurusan partai politik. Sedangkan dalam praturan KPU disebutkan, salah satu calon anggota paling tidak sudah tidak bersinggungan dengan politik sekurang-kurangnya lima tahun terakhir,” kata Ketua Himpunan Mahasiswa Serang (Hamas) Sobari kepada RRI di sela aksinya di jalan Ahmad Yani Kota Serang, Rabu (18/12).

Sobari mengatakan, mahasiswa sebagai kepanjangan tangan suara rakyat menolak pelantikan kesepuluh anggota KPU Kabupaten dan Kota Serang.

Kami menilai mekanisme pemilihan tidak dilakukan secara transparan. Sehingga dikhawatrikan akan menghasilkan KPU yang tidak netral dalam menunaikan tugasnya nanti,” ungkap Sobari.

Diketahui kesepuluh komisoner KPU tersebut diantaranya dari Kabupaten Serang yakni Akmad Lutfi, Adnan Hamsin, Abidin nasar, Nasehudin, dan Nasrulloh. Sedangkan komisioner KPU Kota Serang adalah Heri Wahidin, Ali Faisal, Fierly Murdliyat Mabrurri, Durotul Bahiyah, dan Ahmad Syarifudin.


Tinggalkan komentar

Agus Sutisna: KPU Kabupaten dan Kota Serang harus Tancap Gas

Ketua KPU Banten Agus supriatna melantik sepuluh komisoner KPU Kabupaten dan Kota Serang disalah satu Hotel di Kota Serang, Rabu (18/12).

Ketua KPU Banten Agus supriatna melantik sepuluh komisoner KPU Kabupaten dan Kota Serang disalah satu Hotel di Kota Serang, Rabu (18/12).

RRI Banten (18/12) – Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten melantik 10 komisioner KPU Kabupaten dan Kota Serang, yang digelar di salah satu hotel di Kota Serang. Kesepuluh komisioner KPU tersebut diantaranya lima orang dari kota serang yakni Heri Wahidin, Ali Faisal, Fierly Murdliyat Mabrurri, Durotul Bahiyah, dan Ahmad Syarifudin. Sedangkan lima orang komisioner Kabupaten Serang Akmad Lutfi, Adnan Hamsin, Abidin nasar, Nasehudin, dan Nasrulloh.

Seusai pelantikan ketua KPU Provinsi Banten Agus supriatna kepada RRI mengatakan, setelah dilantik kesepuluh komisioner KPU Kabupaten dan Kota Serang diharapkan langsung tancap gas dalam menunaikan tugasnya.

“Karena saat ini tugas berat sudah di depan mata seperti tahapan kampanye, pemutakhiran data pemilih, sosilasiasi, pemungutan dan penghitungan suara 2014 mendatang,” kata Agus.

Sementara itu komisiner KPU terpilih Kabupaten Serang Akhmad Lutfi Nuriman mengaku siap dengan permintaan ketua KPUD Banten.

“Karena saat ini, KPU sedang melakukan pemutakhiran data yang perlu diwaspadai untuk mengantisipasi kecurangan dalam pileg maupun pilres nanti,” katanya.

Senada disampaikan komisioner KPU Kota Serang terpilih Ali Fasial. Menurut Ali, sebelum menunaikan tugasnya sebagai anggota KPU, terlebih dahulu dirinya akan memaksimalkan bimbingan materi yang didapat selama 2 hari.

“Dengan materi yang diterima, diharapkan mampu menambah pengetahuan tentang tugas yang akan diemban KPU. Sehingga para komisiner terpilih bisa langsung tancap gas guna memantapkan penyelenggaran pemilu pada April mendatang,” pungkasnya.


Tinggalkan komentar

Batalnya Pelantikan Walikota Tanggerang Menandakan Kinerja Atut Buruk

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah meninggalkan Gedung KPK usai memenuhi panggilan KPK di Jakarta, Selasa (10/12). (sumber: Antara)

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah meninggalkan Gedung KPK usai memenuhi panggilan KPK di Jakarta, Selasa (10/12). (sumber: Antara)

RRI Banten (18/12) – Ketua Komisi I DPRD Banten Agus Wisas menilai, batalnya pelantikan Walikota Tangerang Arief Wismansyah-Sachrudin hari ini (Rabu, 18/12), menandakan kinerja Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah  buruk. Pasalnya sudah dua kali Arief-Sachrudin gagal dilantik oleh Gubernur Banten Ratu Atut Choosiyah.

“Batalnya pelantikan pasangan walikota Tanggerang Arif-Sahrudin lantaran orang nomor satu di Banten itu tidak mau terbuka dalam melakukan pendelegasian terhadap wakilnya Rano Karno. Oleh karena itu saya kecewa dengan sikap Atut yang tidak pernah menyerahkan wewenangnya kepada orang yang bisa menggantikan dalam setiap acara penting di pemerintahan. Akibatnya moment penting seperti pelantikan walikota Tanggerang harus kembali batal,” kata Agus ketika ditemui RRI di ruang kerjanya, Rabu (18/12).

Agus mengatakan, dalam ketentuan  diperbolehklan wakil gubernur maupun sekda untuk menggantikan tugas gubernur sakalipun itu pelantikan pasangan walikota.

“Saya sangat kaget ketika menerima pemberitahuan pembatalan acara pelantikan dari stafnya saya di DPRD.  Padahal hingga malam dikabarkan gubernur akan tetap melantik orang nomor satu di Kota Tanggerang tersebut,” ungkapnya.

Untuk lanjut Agus, pihaknya meminta kepada Atut untuk legowo dan menyerahkan tangungjawab dan kewenangnya sebagai Gubernur kepada Rano Karno.

“Suka tidak suka Atut harus rela menyerahkan jabatanya kepada wakilnya Rano karno, karena hal itu sudah tertuang dalam undang-undang. Permintaan tersebut bukan didasarkan kepada nafsu PDIP untuk menduduki pucuk pimpinan di Banten. Akan tetapi lebih kepada untuk menertibakan roda pemerintahan yang yang harus tetap dijalankan,” kata Agus.

Sementara itu Kepala Biro Humas Pemprov Banten Sitti Maani Nina di gedung Setda Pemprov Banten menyatakan, kondisi Ibu Gubernur saat ini letih, baik fisik juga pikiran dan butuh istirahat yang cukup.

“Ibu pengen kumpul sama keluarga dulu, karena beliau letih,” ungkapnya.

Adapun terkait pelantikan walikota Tangerang, Nina menuturkan bahwa hal tersebut masih menunggu penjadwalan ulang melalui rapat badan musyawarah (Bamus) DPRD Kota Tangerang.

“Harus melalui mekanisme Bamus DPRD Kota Tangerang,” tutupnya.


Tinggalkan komentar

Embay: Koruptor Merupakan Orang yang Pemahaman Agamanya Lemah

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah meninggalkan Gedung KPK usai memenuhi panggilan KPK di Jakarta, Selasa (10/12). (sumber: Antara)

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah meninggalkan Gedung KPK usai memenuhi panggilan KPK di Jakarta, Selasa (10/12). (sumber: Antara)

RRI Banten (17/12) – Orang-orang yang terlibat dalam kasus korupsi menandakan pemahaman agama orang tersebut sangat lemah. Demikian diungkapkan salah satu tokoh Banten Embay Mulyasarif kepada RRI di serang ketika diminta pendapatnya atas penetapan tersangka gubernur banten Ratu Atut Choosiyah Oleh KPK.

Menurutnya, dengan penetapan tersangka Atut oleh KPK, bisa dijadikan pelajaan bagi setiap pejabat yang ada di Banten. Karena setiap kesalahan yang dibuat, pasti akan ada konsekwensi yang diterima diatas hukum.

“Semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi pejabat yang ada di Banten. Jadi mereka harus mikir brulang-ulang untuk berbuat seperti itu. Karena setiap perbuatan pasti ada pertanggungjawabannya,” katanya.

Oleh sebab itu Embay juga menghimbau kepada semua masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan keamanan bersama. Karena jika terjadi saling serang atas penetapan tersangka Atut, maka dampaknya  masyarakat Banten sendiri yang akan merasakan.

“Saya menghimbau kepada semua masyarakat untuk bisa menahan diri baik yang pro maupun yang kontra. Saya juga dapat kabar ada mahasiswa yang akan cukur rambut, tapi jika bisa dilakukan denga tertib. Karena mereka di kuliahkan oleh orang tua untuk belajar yang benar,” pintanya.

Seperti di ketahui Komisi pemberantasan korpusi telah menetapkan Gubernur Banten Ratu Atut Choosiyah sebagi tersangka. Atut di jerat dengan Pasal 6 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam kasus tersebut tersangka dinyatakan secara bersama-sama atau turut serta dengan tersangka TCW dalam kasus suap terhadap Ketua MK Akil Mochtar.

Hingga berita dibuat, kedaiman Atut di jalan Bahayangkara Kota Serang masih dipadati awak media lokal dan nasional. Sementara di pintu gerbang terpantau sejumlah petugas Satpol PP masih terus berjaga-jaga.


Tinggalkan komentar

Atut Berencana Lantik Pasangan Walikota Tanggerang Rabu Besok

Gubernur Banten Ratu Atut Choosiyah

Gubernur Banten Ratu Atut Choosiyah

RRI Banten (17/12) – Meskipun Komisi Pemberantasan Korupsi sudah mentepakan tersangka terhadap gubernur Banten Ratu Atut Chooisyah dalam kaitannya kasus suap pilkada Lebak. Namun rencananya gubernur akan melantik langsung pasangan walikota dan wakil walikota Tanggerang Arif  Wismansyah-Syahrudin Rabu besok (17/12).

Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Banten Deden Apriandhi kepada RRI di Serang mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima dari bagain protokol provinsi Banten, bahwa gubernur rencanya akan melantik secara langsung orang nomor satu di Kota Tanggerang itu. Namun kepastian tersebut bukan berarti sudah final, karena pihaknya juga masih menunggu perkembangan dari kesiapan gubernur.

“Secara aturan meskipun hari ini Ibu sudah ditetapkan tersangka beliau masih Gubernur Banten. jadi beliau juga masih berwenang untuk melantik walikota Tanggerang maupun walikota dan Bupati lainnya,” ungka Deden.

Seperti diberitakan sebelumnya Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah berencana akan melantik pasangan walikota Tanggerang terpilih Arif wismansyah-Sahrudin.

Pasangan yang diusung partai Partai Demokrat itu menang telak dengan perolehan suara mencapai 48,04 persen. Meskipun kemenangan Arif-Sahrudin sempat mengalami kendala lantaran harus mengalami gugatan di PTUN dan Mahkamah Konstitusi.


Tinggalkan komentar

Paska Pengggeledehan Atut Menghilang Tak Bertuan

Kepala biro humas dan protokol Banten Siti ma'ani nina ketika melakukan konfrensi pers kepada sejumlah wartawan.

Kepala biro humas dan protokol Banten Siti ma’ani nina ketika melakukan konfrensi pers kepada sejumlah wartawan.

RRI Banten (17/12) – Sejak penyelidik Komis Pemberantasan Koruspi (KPK) melakukan penggeledehan di kediaman Gubernur Banten Ratu Atut Choosiyah di Jalan Bhayangkara nomor 51 Kota Serang, keberadaan seolah menghilang ditelan bumi.

Bahkan sejumlah agenda yang seharusnya d hadiri oleh gubernur akhirnya batal. Salah satu kegiatan yang seyogyanya dibuka langsung oleh gubernur  adalah ajang Pekan Olahrga Daerah (Porda) untuk anak berkebutuhan khusus yang digelar Special Olympics Indonesia (SOIna).

Kepala biro Humas dan Protokol Provinsi Banten Siti Ma’ani Nina kepada RRI memastikan, sampai saat ini kegiatan pemerintahan tidak terganggu paska penggeledehan oleh KPK. Namun demikian pihaknya belum mengetahui keberadaan gubernur, lantaran belum ada informasi dari para ajudan.

“Saya belum tau informasi ibu ada di mana, karena belum ada info dari ajudan. Nanti setelah ini saya akan tanyakan langsung,” ungkap Nina.

Diketahui KPK akhirnya mentepakan Gubernur Banten Ratu Atut Chooisyah sebagai tersangka.

Atut diduga terlibat dalam kasus suap pilkada Kabupaten Lebak yang melibatkan ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochktar dan Tubagus Chaeri Wardahana yang tidak lain merupakan adik kandung Atut.


Tinggalkan komentar

Hujan Turun, Ibukota Provinsi Banten Dikepung Banjir

Sejumlah warga di Pakupatan kelurahan Banjarsari Kecamatan Cipocok jaya Kota Serang sedang melintas digenangan air yang menggnangi, Selasa (17/112).

Sejumlah warga di Pakupatan kelurahan Banjarsari Kecamatan Cipocok jaya Kota Serang sedang melintas digenangan air yang menggnangi, Selasa (17/112).

RRI Banten (17/12) – Kota Serang sebagai ibukota Provinsi Banten dikepung banjir. Tercatat berdasarkan pantauan RRI terdapat sejumlah ruas jalan protokol dan pemukiman warga yang di gebang air hingga ketinggian dada orang dewasa.

Salah satu titik yang parah diantaranya adalah kawasan Pakupatan di belakang kampus Untirta Serang dan kawasan Pasar Rau hingga Trondol Kota Serang.

Menurut salah satu warga di kawasan Pakupatan Cipocok Jaya Kota Serang Mulyono mengatakan, selain curah hujan yang tinggi, munculnya genangan air yang selalu datang disebabkan lantaran drainase yang masih buruk. Apalagi hal itu juga tidak ditunjang dengan kesadaran warga dalam membuang sampah bukan pada tempatnya.

“Kesadaran warga masih minim pak dalam membuang sampah pada tempatnya,” katanya.

Untuk itu lanjut Muyono, warga meminta kepada pemerintah setempat untuk memperbaharui drainase lingkungan yang lebih baik lagi.

“Saya berharap kepada pemerintah untuk memperbaiki got dan saluran air yang lebih baik,” lanjutnya.

Sementara itu banjir yang melanda sejumlah titik, membuat jajaran BPBD setempat menyiagakan perahu karet, untuk melakukan upaya evakuasi warga yang akan melakukan aktivitas sehari-hari.

Bahkan perahu karet yang digunakan di wilayah Pakupatan tersebut sebanyak 2 perahu karet. Selain itu terdapat pula petugas sebanyak 5 sampai 10 orang yang ditempatkan disetiap titiknya.