RRI BANTEN 94,9 FM

PETA WISATA KOTA SERANG PROPINSI BANTEN

Tinggalkan komentar

Kondisi Geografis

Provinsi Banten sebagai salah satu provinsi di Negara Kesatuan Republik Indonesia ditetapkan berdasarkan UU No 23 tahun 2000. Secara Geografis wilayah Provinsi Banten berbatasan:

Sebelah utara berbatasan dengan laut Jawa

Sebelah barat berbatasan dengan Selat Sunda

Sebelah timur berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat

Sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Hindia

Visi dan Misi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten

Visi:

  • Banten sebagai destinasi pariwisata yang berbudaya, profesional dan kompetitif

Misi:

  1. Mengembangkan dan mendayagunakan sumber daya kebudayaan dan pariwisata
  2. Menjaga dan melestarikan nilai-nilai seni dan budaya daerah
  3. Mempromosikan dan memasarkan kebudayaan dan destinasi pariwisata
  4. Meningkatkan kapasitas dan kualitas kelembagaan dan sumber daya manusia aparatur

Potensi Wisata Daerah

Luas wilayah Banten 9.662,92 km2 dengan populasi penduduk mencapai 10.632.166 jiwa berdasarkan sensus penduduk tahun 2010. Mayoritas penduduk beragama Islam dengan mata pencaharian dari sektor pertanian, perdagangan, industri dan jasa. Unit pemerintahan dibagi atas 4 kabupaten dan 4 kota : Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Cilegon, Kota Serang dan Kota Tangerang Selatan. Masing-masing wilayah memiliki karakteristik sumber daya pariwisata budaya, alam, buatan dan kehidupan masyarakat tradisional (living culture) yang berkembang sebagai destinasi wisata berskala nasional bahkan internasional seperti Pesona Pantai Anyer, Carita & Tanjung Lesung, wisata bahari Pulau Umang, Taman Nasional Ujung Kulon, wisata Religi Banten Lama dan keunikan Masyarakat Tradisional Baduy.

Program Pengembangan

Pengembangan Pariwisata Provinsi Banten diidentifikasikan atas 204 Obyek Daerah Tujuan Wisata (ODTW) menurut RIPPDA Pariwisata tahun 2006 yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Banten. Terdiri dari 84 Obyek Wisata Alam, 34 Obyek Wisata Sejarah dan Budaya, 24 Obyek Wisata Buatan, 9 Obyek Wisata Living Culture dan 48 Obyek Wisata Atraksi Kesenian. Sebanyak 71 ODTW (34,8%) merupakan kawasan wisata yang telah berkembang baik dalam skala nasional maupun internasional. Sementara itu sekitar 100 ODTW (49,0%) merupakan Obyek Wisata yang potensial untuk dikembangkan. Pola pengembangan pariwisata Provinsi Banten meliputi 18 kawasan, diantaranya Pantai Barat, Kawasan Wisata Pantai Selatan, Kawasan Wisata Pantai Utara, Kawasan Wisata Ziarah, Kawasan Wisata Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) serta Pulau dan Anak Gunung Krakatau, dan lain-lain.

Provinsi Banten sebagai salah satu provinsi di Negara Kesatuan Republik Indonesia ditetapkan berdasarkan UU No 23 tahun 2000. Secara Geografis wilayah Provinsi Banten berbatasan:

Sebelah utara berbatasan dengan laut Jawa

Sebelah barat berbatasan dengan Selat Sunda

Sebelah timur berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat

Sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Hindia

Visi dan Misi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten

Visi:

  • Banten sebagai destinasi pariwisata yang berbudaya, profesional dan kompetitif

Misi:

  1. Mengembangkan dan mendayagunakan sumber daya kebudayaan dan pariwisata
  2. Menjaga dan melestarikan nilai-nilai seni dan budaya daerah
  3. Mempromosikan dan memasarkan kebudayaan dan destinasi pariwisata
  4. Meningkatkan kapasitas dan kualitas kelembagaan dan sumber daya manusia aparatur

Potensi Wisata Daerah

Luas wilayah Banten 9.662,92 km2 dengan populasi penduduk mencapai 10.632.166 jiwa berdasarkan sensus penduduk tahun 2010. Mayoritas penduduk beragama Islam dengan mata pencaharian dari sektor pertanian, perdagangan, industri dan jasa. Unit pemerintahan dibagi atas 4 kabupaten dan 4 kota : Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Cilegon, Kota Serang dan Kota Tangerang Selatan. Masing-masing wilayah memiliki karakteristik sumber daya pariwisata budaya, alam, buatan dan kehidupan masyarakat tradisional (living culture) yang berkembang sebagai destinasi wisata berskala nasional bahkan internasional seperti Pesona Pantai Anyer, Carita & Tanjung Lesung, wisata bahari Pulau Umang, Taman Nasional Ujung Kulon, wisata Religi Banten Lama dan keunikan Masyarakat Tradisional Baduy.

Program Pengembangan

Pengembangan Pariwisata Provinsi Banten diidentifikasikan atas 204 Obyek Daerah Tujuan Wisata (ODTW) menurut RIPPDA Pariwisata tahun 2006 yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Banten. Terdiri dari 84 Obyek Wisata Alam, 34 Obyek Wisata Sejarah dan Budaya, 24 Obyek Wisata Buatan, 9 Obyek Wisata Living Culture dan 48 Obyek Wisata Atraksi Kesenian. Sebanyak 71 ODTW (34,8%) merupakan kawasan wisata yang telah berkembang baik dalam skala nasional maupun internasional. Sementara itu sekitar 100 ODTW (49,0%) merupakan Obyek Wisata yang potensial untuk dikembangkan. Pola pengembangan pariwisata Provinsi Banten meliputi 18 kawasan, diantaranya Pantai Barat, Kawasan Wisata Pantai Selatan, Kawasan Wisata Pantai Utara, Kawasan Wisata Ziarah, Kawasan Wisata Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) serta Pulau dan Anak Gunung Krakatau, dan lain-lain.

About these ads

Author: rribanten

Keinginan hadirnya Stasiun RRI Serang sejak Banten itu menjadi daerah otonom terpisah dari Jawa Barat pada tahun 2000 akhirnya menjadi kenyataan. Hari ini, melalui gelombang 94,9 FM, RRI Serang mulai menyapa publik kota Serang dan sekitarnya. Dalam siaran perdananya dipandu penyiar Asih Ryanda, RRI Serang menyemarakkan siaran hiburan musik pop dan informasi terkini untuk warga Serang. “Kita berharap, warga Banten dan sekitarnya yang terjangkau siaran RRI Serang bisa terhibur dan mendapatkan informasi. Untuk siaran perdana ini kami mengangkat beragam konten informasi, diantaranya seputar persiapan siswa SLTA dan MA di Banten menjelang pelaksanaan ujian nasional yang akan dimulai hari Senin 16 April 2012 lusa,”kata Heryoko, Koordinator konten siaran, di Kota Serang, Sabtu (14/4). Lebih jauh, Heryoko yang juga Kepala Seksi Liputan dan Redaksi RRI Jakarta ini mengatakan, dengan siaran interaktif, dimana warga Serang bisa memberikan tanggapan langsung ke penyiar, kami berusaha memberikan motivasi belajar para peserta ujian agar tercipta ujian nasional yang jujur. Di bawah koordinasi koordinator teknik Maryoto, siaran perdana RRI Serang sukses dilakukan dari studio RRI Serang di kompleks Pendopo Gubernur Banten.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.